Warna Hangat Dalam Interior

Warna merupakan satu unsur yang cukup penting dan paling cepat dapat dirasakan oleh panca indera kita. Cukup banyak teori tentang bagaimana warna dan kombinasinya, namun secara sederhana sebetulnya panca indera kita cukup peka untuk merasakan arti sebuah warna, meskipun mungkin kita tidak sadar kenapa begini kenapa begitu.

Satu contoh sederhana, kita memiliki dua buah sofa, warnanya hijau tua dan kuning muda. Nah, mana yang kesannya lebih berat? Ya, jawabannya mudah. Yang hijau tua. Para desainer banyak menggunakan warna bukan karena memilih warna itu sendiri, tetapi karena efek, nuansa, sifat, karakter yang ingin diciptakan, dan itu lebih mudah terbaca panca indera jika menggunakan warna sebagai media komunikasinya.

Warna Hangat
Untuk mengenali kenapa warna ini hangat, yang lain dingin, kita coba rasakan hal berikut. Hijaunya hutan pegunungan, birunya langit pada malam hari, biru gelapnya air danau, memberi efek dingin atau panas? Bagaimana dengan warna-warna coklat keputihan padang pasir, kuningnya sinar matahari pagi, merahnya bara api, apa efek yang kita rasakan? Ya, kelompok warna yang kedua kita kenal sebagai kelompok warna warna hangat, yakni rangkaian warna mulai dari warna kuning, orange, sampai dengan warna merah.
Warna hangat sendiri memiliki sifat yang cukup beragam, seperti pergerakan matahari, warna kuning oranye pada pagi hari memberi efek energi positif, hangat menyegarkan, kemudian warna kuning atau oranye keputihan seperti terik sang matahari akan memberi kesan hangat yang panas, sementar warna kuning kemerahan pada saat matahari terbenam akan memberi efek hangat yang eksotis dan lebih berani. Demikianlah perbedaan warna hangat sendiri dapat menciptakan cukup banyak kesan yang dapat dijadikan alat bantu untuk kita mempermainkan suasana atau nuansa tertentu dari ruang-ruang dalam rumah kita.


8 komentar:

Posting Komentar