MENGAPA KAMI MEMILIH ISLAM

3. Sir Abdullah Archibald Hamilton ( Negarawan & Bangsawan Iggris )

Sejak saya menginjak usia dewasa, keindahan, kemudahan dan kemurnian Islam itu selalu menarik perhatian saya. Walaupun saya dilahirkan dan dibesarkan sebagai orang Kristen, sebenarnya saya tidak dapat percaya kepada dogma-dogma yang diajarkan oleh gereja, dan saya selalu menggunakan akal dan pikiran untuk mengatasi keimanan yang membuta


Berbareng dengan majunya jaman, saya menginginkan kedamaian dengan Maha Pencipta saya, dan ternyata bahwa baik gereja Romawi maupun gereja Inggris, tidak ada yang bisa memberikan kepuasan kepada saya.
Saya memeluk agama Islam, hanyalah untuk memenuhi panggilan hati nurani saya, dan sejak itu saya merasa telah menjadi orang yang lebih baik dan lebih benar daripada sebelumnya.
Tidak ada satupun agama yang dimusuhi orang-orang jahil dan berprasangka seperti agama Islam. Padahal jika orang tahu, Islam itu adalah agama yang memberikan kekuatan pada orang yang lemah, dan memberikan rasa kecukupan kepada orang yang miskin. Dan ternyata bahwa alam kemanusiaan itu terbagi menjadi tiga golongan :
  • Golongan yang dianugerahi Tuhan dengan harta kekayaan.
  • Golongan yang harus bekerja berat untuk mencukupi keperluan hidupnya.
  • Golongan pengangguran yang tidak mendapatkan lapangan kerja atau mereka yang jatuh pailit bukan karena kesalahan mereka sendiri.

Islam juga mengakui bakat luar biasa dan hak-hak perseorangan. Islam itu constructief (membangun) bukan destructief (merusak). Sebagai contoh jika seorang pemilik tanah yang kaya dan tidak butuh untuk menanaminya, sehingga dia tidak menggarap tanahnya itu berulang kali, maka hak miliknya itu menjadi hak milik umum dan menurut hukum Islam diberikan kepada orang pertama yang menanaminya.

Islam melarang keras perjudian atau permainan-permainan yang berdasarkan untung-untungan. Islam melarang segala macam minuman keras yang mengharamkan riba yang dapat menimbulkan penderitaan hidup manusia. Jadi dalam Islam tidak seorangpun boleh menarik untung dari keadaan orang lain yang kebetulan kurang beruntung dalam hidupnya.

Kita (kaum muslimin) tidak percaya kepada aliran Jabriyah (Fatalism) yang hanya menunggu nasib semata-mata, tidak pula percaya kepada aliran Qadariyah (predestination) yang menganggap bahwa manusia menentukan nasibnya sendiri. Kita hanya percaya kepada imbalan yang diberikan Allah s.w.t. atas perbuatan dan pemikiran kita.

Menurut kita, iman atau kepercayaan yang tanpa perbuatan itu tidak ada artinya, sebab iman itu saja tidak cukup, kecuali jika hidup kita sesuai dengan itu. Kita percaya kepada adanya pertanggungan jawab kita sendiri atas segala perbuatan kita di dunia dan di akhirat. Kita harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita, dan tidak ada seorangpun yang bisa memikul dosa atau kesalahan orang lain.

Islam mengajarkan bahwa manusia diciptakan atas dasar fitrah, tanpa dosa. Islam juga mengajarkan bahwa manusia, pria maupun wanita, berasal dari satu keturunan (Adam dan Hawa)  bahwa keadaan ruhnya sama, dan bahwa Allah s.w.t. memberikan kekuatan yang sama agar tiap-tiap manusia dapat menempuh hidup sesuai dengan yang dikehendakinya menurut akal, jiwa dan moral.

Saya kira saya tidak perlu berbicara banyak tentang persaudaraan umat manusia universal dalam ajaran Islam, sebab hal itu sudah merupakan kenyataan yang diakui oleh seluruh dunia. Bangsawan dan rakyat biasa, kaya dan miskin semua sama. Sungguh saya telah melihat kejujuran dan kemurahan hati saudara-saudara saya kaum Muslimin, dan saya selalu percaya atas segala perkataan dan janji mereka. Mereka selalu memperlakukan saya dengan adil sebagai manusia dan sebagai saudara, dan telah membuktikan keramahan mereka kepada saya, sehingga saya tidak merasa asing dalam lingkungan mereka.

Kesimpulan, saya ingin mengatakan bahwa pada waktu Islam membimbing umat manusia dalam kehidupannya sehari-hari, justru agama Kristen, dalam teori dan praktek mengajarkan pada para penganutnya supaya berdoa dan bersembahyang kepada Tuhan pada hari Minggu dan menerkam makhluk-Nya pada hari-hari selebihnya.

Introduksi : Sir Abdullah Archibald Hamilton

Sebelum memeluk agama Islam, beliau bernama Sir Charles Edward Archibald Watkin Hamilton. Memeluk agama Islam pada tanggal 20 Desember 1923. Beliau adalah seorang negarawan Inggris yang terkenal, mencapai tingkat kebangsawanan bermacam-macam. Beliau lahir pada tanggal 10 Desember 1876, seorang Letnan dalamRoyal Defence Corp dan President Salsy Conservative Assosiation.





9 komentar:

Poskan Komentar