Tampilkan postingan dengan label Mengapa Kami Memilih Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengapa Kami Memilih Islam. Tampilkan semua postingan

Mengapa Kami Memilih Islam

Abdullah Battersbey (Mayor Tentara Inggris)

Beberapa tahun yang lalu, dalam waktu paling kurang dari seperempat abad, adalah kebiasaan saya sehari-hari bepergian sepanjang jalan air Burma dengan menggunakan sampan. Pengemudinya seorang Muslim, bernama Syekh Ali dari Chitagong,Bangladesh.


Dia seorang jurumudi yang mahir dan berpegang kepada ajaran-ajaran agamanya secara ikhlas, tekun melakukan sembahyang pada waktunya. Ketaqwaannya tidak hanya menimbulkan rasa hormat saja pada saya, tapi malahan mempengaruhi perhatian saya terhadap agama yang mampu menguasai orang ini dan menjadikannya orang yang setia/taqwa. Di sekitar tempat tinggal saya ada beberapa orang Burma Buddhist yang juga menunjukkan kesetiaannya, bahkan kadang-kadang mereka itu sebagaimana yang saya saksikan termasuk penghuni bumi yang paling banyak kebaikan dan pengorbanannya. Akan tetapi bagi saya jelas adanya kekurangan dalam peribadatan mereka. Saya tahu bahwa mereka melakukan sembahyang di pagoda, karena saya melihat mereka berkumpul sambil duduk bersimpuh di sana dengan mengucapkan, bacaan-bacaan sembahyang mereka, Buddham saranam gaccami, Dharma saranam gaccami, Sanghan saranam gaccami.

Mereka mengatakan bahwa dengan begitu mereka telah mengikuti petunjuk-petunjuk Buddha sebagai hukum dan peraturan untuk meningkatkan kehidupan rohani mereka. Mereka tampak terlalu lugu, tidak bersemangat. Jauh berbeda dengan keadaan Syekh Ali pada waktu sembahyangnya. Saya mengajaknya berbicara sepanjang perjalanan kami pada jalur-jalur jalan air yang sempit itu. Dia tidak begitu baik berbicara selain tentang hal-hal yang memberikan dorongan bertaqwa pada jiwanya. Dia memang seorang model dari kekuatan inspirasi Islam.

Saya telah membeli beberapa buah buku yang membahas sejarah Islam dan ajarannya. Saya juga sedapat mungkin mempelajari sejarah hidup (biografi) Nabi Muhammad s.a.w. dengan segala keberhasilannya yang besar-besar. Kadang-kadang saya juga berdiskusi mengenai beberapa masalah ini bersama sahabat-sahabat saya yang beragama Islam. Tapi kemudian perang dunia ke-I pecah, dan seperti juga banyak orang lain, saya ditugaskan pada Indian Army di Mesopotamia, sehingga saya terjauh dari negara-negara Buddhist dan saya bergaul dengan orang-orang Arab yang dikalangan mereka lahir seorang Rasul dan bahasa mereka menjadi bahasa Al-Qur'an.

Kehidupan saya di tengah-tengah bangsa Arab itu menyebabkan bertambahnya perhatian saya terhadap Islam dan ajaran-ajarannya.

Lalu saya belajar bahasa Arab dan bergaul lebih akrab dengan rakyat Arab. Saya kagum atas besarnya semangat mereka menyembah Allah, sampai akhirnya saya sendiri percaya atas ke-Esaan Tuhan, pada hal sejak kecil saya dididik untuk percaya kepada Trinitas. Sekarang jelas bagi saya bahwa yang benar Tuhan itu Unity bukan Trinitas. Laailaaha illallah. Saya ingin mengumumkan diri saya sebagai orang Islam. Kenyataannya, walaupun saya sama sekali sudah tidak lagi suka datang ke gereja dan sekali-sekali mengunjungi mesjid-mesjid manakala menjalankan tugas resmi saya sebagai opsir polisi, hanya sewaktu saya datang ke Palestina sajalah, yakni antara tahun 1935 dan 1942 saya menemukan keberanian untuk secara resmi mengumumkan bahwa saya telah masuk Islam, agama yang telah saya pilih beberapa tahun lamanya.

Adalah hari besar dalam sejarah hidup saya, ketika saya mengumumkan keIslaman saya di Mahkamah Syar'iyyah Kota Yerusalem yang dikenal dikalangan bangsa Arab dengan nama Al-Quds atau Baitul-Mukaddas. Waktu itu saya adalah Kepala Staf Umum, dan pengumuman saya sebagai pemeluk Islam itu telah mengundang banyak reaksi yang kurang sedap. Sejak waktu itu saya telah hidup dan mempraktekkan kepercayaan sebagai orang Islam di Mesir dan kemudian di Pakistan.

Islam adalah suatu agama persaudaraan terbesar sekitar 500 juta orang, dan mengikuti golongan ini berarti mengikuti petunjuk Allah.

Kalau saya sekarang mengakui kebesaran Islam dan pada tahun-tahun terakhir ini menyerahkan tenaga untuk memajukan Islam dengan tulisan dan kehidupan saya, maka keutamaannya kembali kepada itu orang pengemudi sampan yang ketaqwaannya telah membawa saya kembali kepada Allah dan Islam. Sesungguhnya kita semua lahir sebagai orang Islam, hanya saya sebagai manusia lemah telah tersesat jalan.

Sekarang, alhamdulillah, saya telah menjadi seorang anggota persaudaraan besar Islam, dan manakala saya bersembahyang, saya merendahkan diri memohon kepada Allah untuk ruh pengemudi sampan yang miskin itu, yang ketaqwaannya telah mendorong saya menemukan jalan yang diilhami oleh akidahnya yang kuat dan mantap.

Allah, tidak ada Tuhan selain Dia.
Yang Hidup, Yang Kekal dan Esa.
Yang tidak diberatkan oleh sesuatu dan tidak pernah tidur.
Kepunyaan-Nya sendirilah ke-Rajaan.
Di langit dan di bumi.
Pada-Nya tersimpan kunci-kunci alam gaib,
tidak dicampuri yang lain.

Dia melihat segala yang ada di bumi, di air dan di udara. Dia melihat setiap bunga yang berkembang dan setiap gelombang di semua lautan.

Untuk yang ingin membaca secara lengkap Buku MENGAPA KAMI MEMILIH ISLAM, silahkan download disini




Dapatkan kumpulan Ebook Gratis disini


Image and video hosting by TinyPic





Mengapa Kami Memilih Islam

Miss Mas'udah Steinmann (Inggris)
S
aya tidak menemukan agama lain yang diakui oleh masyarakat luas, mudah dimengerti dan bersemangat. Tidak ada jalan lain yang lebih dekat kepada ketenangan pikiran dan kepuasan hidup, dan tidak ada harapan yang lebih besar dari pada Islam untuk mencari keselamatan hidup di akhirat.


Alam kemanusiaan ini adalah bagian dari keseluruhan. Manusia tidak bisa merasa lebih dari sebuah partikel dalam alam yang sempurna dan mengagumkan ini. Manusia hanya mampu sekedar membuktikan tujuan hidupnya dengan cara memenuhi tugasnya dalam hubungan dirinya dengan alam sebagai keseluruhan dan dalam hubungan dengan kenyataan-kenyataan hidup yang lain. Itulah tata hubungan yang serasi antara bagian dan keseluruhan yang bisa membuat kehidupan ini dapat mencapai tujuannya, membawa kehidupan kepada kesempurnaan dan membantu alam kemanusiaan untuk mencapai kepuasan dan kebahagiaan. Di manakah letak posisi agama dalam hubungan antara Allah Al-Khalik dan makhluk-Nya? Di bawah ini adalah pikiran beberapa orang tentang agama:


"Agama seseorang itu adalah kenyataan pokok yang diakuinya, suatu kepercayaan yang dilaksanakan dalam kenyataan hidupnya, sesuatu yang menguasai seluruh isi hatinya. Dia tahu pasti bahwa yang mengatur/menyusun hubungan dirinya dengan alam dan menentukan kewajiban dan tuiuannya itu adalah agama." --Thomas Carlyle dalam bukunya "Heroes and Heroworship".

"Agama adalah kenyataan akhir tentang pengertian apa saja yang orang jumpai dalam hidupnya sendiri atau dalam hidupnya sesuatu yang lain dari dirinya." -- G.K.Chesterton -dalam bukunya "Come to think of it."

"Agama adalah anak harapan dan kekuatiran, menjelaskan alam gaib." - Ambrose Bierce dalam bukunya "The Devil's Dictionary".

"Bentuk agama yang benar itu pasti terdiri dari kesetiaan kepada kehendak Tuhan yang Menguasai alam, dalam mempercayai Risalah-Nya dan dalam meniru kesempurnaan-Nya." - Edmun Burke dalam bukunya "Reflections on the revolution in France".

"Semua agama berhubungan dengan kehidupan, dan kehidupan beragama ialah berbuat baik." - Swedenborg dalam bukunya "Doctrine of Life."

"Semua orang memiliki semacam rasa beragama, sewaktu ketakutan atau untuk hiburan." - James Harrington dalam bukunya "Oceana."

Sewaktu-waktu setiap orang menemukan dirinya berhadapan dengan Yang Gaib, Yang Tidak dimengerti dan dengan tujuan hidupnya!! Pertanyaan dalam dirinya tentang hal itu menimbulkan kepercayaan dan keyakinan atau "agama" dalam artinya yang paling luas.

Sewaktu-waktu setiap orang menemukan dirinya berhadapan dengan Yang Gaib, Yang Tidak dimengerti dan dengan tujuan hidupnya!! Pertanyaan dalam dirinya tentang hal itu menimbulkan kepercayaan dan keyakinan atau "agama" dalam artinya yang paling luas.

Mengapa saya berpendapat bahwa Islam adalah agama yang paling sempurna?

Pertama dan sebelum segala sesuatu, agama ini memperkenalkan kepada kita Penguasa Tunggal, Tuhan Al-Khalik:

Dengan nama Allah yang Pengasih lagi Penyayang. Katakanlah: Dia itu Allah Yang Esa, Allah yang menjadi tempat semua makhluk bergantung; Dia tidak melahirkan anak dan tidak dilahirkan sebagai anak, dan tidak ada satu apapun yang menyamai Nya. -- Al-Ikhlash 1-4.

Kepada Allah-lah kamu akan kembali dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. - Hud 4

Dan di beberapa tempat Al-Qur'an menuturkan kepada kita tentang ke-Esaan Al-Khalik yang tidak bisa terlihat dengan mata kepala; Yang Berilmu, Yang Maha Kuat, Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Kekal, Yang Penyayang, Yang Pengasih, Yang Pemaaf dan Pengampun, Yang Maha Bijaksana dan Maha Adil.

Tuhan Penguasa Tunggal terbukti dalam kenyataan, dan kita berulang kali disuruh supaya membina kesempurnaan dalam hubungan antara Dia dan kita

Ketahuilah oleh kamu, bahwa Allah menyuburkan bumi sesudah gersangnya. Sungguh telah Aku jelaskan kepada kamu beberapa ayat, supaya kamu mengerti. -- Al-Hadid 7.

Ucapkanlah!Aku berlindung kepada Tuhan yang mengurus manusia. -- An-Nas 1.

Orang boleh berdebat bahwa untuk membuktikan pengakuan dan iman kepada Allah, dan supaya bisa hidup bahagia dalam masyarakat itu perlu beriman dan menjalankan perintah Tuhan. Tidakkah kita lihat seorang bapak memberi petunjuk-petunjuk kepada anak-anaknya? Tidakkah kita lihat seorang bapak menyusun dan mengatur kehidupan keluarganya? Sehingga setiap anggota keluarganya hidup bersama-sama secara harmonis?

Islam telah membuktikan dirinya sebagai agama yang sah dan memperkuat kebenaran yang dibawa oleh agama-agama yang terdahulu. Islam juga mengakui bahwa bimbingan yang diberikan Al-Qur'an itu jelas dan bisa diterima akal. Al-Qur'an memberi bimbingan ke arah kemajuan hubungan antara Al-Khalik dan makhluk-Nya, menimbulkan kerjasama antara kekuatan-kekuatan rohaniah dan jasmaniah guna menciptakan keseimbangan lahir dan batin dalam membina kehidupan yang aman dan damai dengan diri kita sendiri, faktor yang sangat penting dalam membina keserasian antara orang yang satu terhadap yang lain dan syarat mencapai kesempurnaan.

Sedangkan agama Kristen, perhatian utamanya itu hanya bidang kerohanian. Agama Kristen mendakwahkan semacam cinta kasih yang memberatkan pertanggungan jawab para pemeluknya. Cinta kasih yang sempurna pasti menghadapi kegagalan, jika untuk mencapainya berada di luar kemampuan tabiat manusia dan bertentangan dengan akal dan pengertian. Seorangpun tidak akan ada yang mampu mendekati tingkat ajaran cinta kasih seperti yang didakwahkan oleh agama Kristen. Hanya orang yang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang konflik-konflik kemanusiaan berpadu dengan rasa simpati, pengertian serta rasa tanggung jawab yang mungkin bisa sampai mendekati kesempurnaan prinsip agama Kristen. Akan tetapi untuk itu dia harus melepaskan diri dari pertimbangan akalnya.

Kata S.T.Coleridge dalam bukunya "Aid to Reflection": "Orang yang mulai menjalankan kecintaan secara Kristen melebihi cintanya kepada kebenaran, hal itu akan membawanya kepada cinta golongannya atau Gerejanya melebihi cintanya kepada ke-Kristenan sendiri. Kemudian akan berakhir pada cinta dirinya sendiri melebihi segala-galanya."

Islam mengajarkan supaya kita menghargai Tuhan dan tunduk kepada hukum-Nya, sekaligus menyerukan dan menggalakkan kita supaya mempergunakan akal/logika disertai penjagaan athifah cinta kasih dan saling pengertian. Al-Qur'an memerintahkan, sebagai pesan Al-Khalik, kepada semua makhluk-Nya yang berbeda-beda bangsa, golongan dan kedudukannya dalam masyarakat:

Katakanlah (olehmu Muhammad)!: Hai sekalian manusia! Kebenaran telah datang kepada kamu dari Tuhan kamu. Barangsiapa yang menerima petunjuk, maka dia memperoleh petunjuk untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang sesat, maka dia menyesatkan dirinya sendiri pula. Dan tidaklah aku menguasai kamu. -- Yunus 108.

Saya tidak pernah menemukan agama lain yang bisa diterima akal dan menarik begitu banyak manusia serta mempunyai jumlah pengikut yang begitu besar. Dan jelaslah bagi saya bahwa tidak ada yang lebih dekat kepada pennldran dan akal dan kerelaan dalam hidup, dan tidak ada harapan yang lebih besar dari pada Islam untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat.
Untuk yang ingin membaca secara lengkap Buku MENGAPA KAMI MEMILIH ISLAM, silahkan download disini









Mengapa Kami Memilih Islam

Sir Jalaluddin Lounder Brunton, Negarawan dan Bangsawan Inggris
S
ungguh saya merasa bahagia dengan kesempatan ini untuk menceritakan dalam kata-kata yang singkat tentang sebab mengapa saya memeluk agama Islam. Padahal saya dilahirkan dan dibesarkan dalam pangkuan orang tua yang beragama Kristen.


Sejak masih muda, saya sudah tertarik dengan ilmu theologie, dan saya menggabungkan diri dengan lingkungan gereja Inggris dan ikut memberikan perhatian terhadap pekerjaan Missi tanpa ikut serta dalam usaha pelaksanaan.
Sejak beberapa tahun yang lalu, saya memperhatikan doktrin "Eternal Torment/siksaan abadi" buat seluruh umat manusia, kecuali beberapa orang pilihan. Doktin ini sangat membingungkan saya, sehingga saya menjadi ragu-ragu atas kebenarannya.
Saya berpendapat bahwa Tuhan yang menciptakan manusia dengan kekuasaan NYA dan terlebih dahulu mengetahui di alam gaib bahwa hari depan mereka pasti masuk dalam siksaan yang kekal itu bukan Tuhan yang bijaksana, adil welas asih. Kedudukan NYA lebih rendah dari manusia kebanyakan.
Namun demikian, saya tetap percaya atas adanya Tuhan, hanya saya tidak dapat menerima kepercayaan umum yang mengatakan bahwa Tuhan telah menjelma menjadi manusia. Kemudian saya perhatikan kepercayaan dan ajaran-ajaran agama yang lain, malah saya semakin bingung. Akan tetapi dalam keadaan seperti ini, saya semakin semangat untuk beribadah kepada Tuhan yang sebenarnya dan menyesuaikan diri dengan jalan hidup yang ditunjukkan NYA.
Mereka mengatakan bahwa kepercayaan-kepercayaan Kristen itu berdasarkan isi Bible, akan tetapi ternyata saya lihat bertetangan. Mungkin bible dan ajaran-ajaran kristus telah dirubah? Kemudian saya kembali mempelajari bible secara lebih mendalam, akan tetapi saya tetap merasakan kekurangan kekurangan.
Dalam keadaan demikian, saya mengambil keputusan bahwa saya akan melakukan pembahasan sendiri, dengan mengesampingkan segala kepercayaan orang banyak. Mulailah saya mengatakan bahwa setiap orang ada mempunyai jiwa dan dibalik itu ada satu kekuatan tersembunyi yang bersifat kekl. Dan barang siapa yang berbuat dosa atau kejahatan, pasti dia akan mendapatkan balasannya, baik di dunia maupun di akhirat, dan bahwasanya Tuhan dengan Rahmat NYA akan menerima taubat dari seluruh hamba NYA yang bersalah atau berdosa, apabila mereka benar-benar menyesal atas segala dosa/kesalahan mereka.
Sesudah saya yakin atas perlunyapenyelidikan/pembahasan sendiri tentang kebenaran secara mendalam, sesudah bersusah payah, akhirnya sampailah saya menemukan " Mutiara yang sangat berharga ". Saya kembali menghabiskan waktu untuk mempelajari Islam. Ada sesuatu dalam Islam yang waktu itu meresap dalam jiwa saya.
Di Ichhra, sebuah kampung yang terpencil dan tidak dikenal, saya menghabiskan waku dan kesungguhan untuk melaksanakan perintah Allah Yang Maha Agung dalam lingkungan masyarakat klas terendah, karena didorong oleh keinginan yang ikhlas untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang Allah Yang Hak, yang tiada Tuhan Selain DIA, dan untuk meresapkan rasa persaudaraan dan kemanusiaan pada jiwa mereka.
Tidak perlu saya tegaskan kesungguhansaya yang tercurah di lingkungan mereka, tidak perlu pula menceritakanbetapa beratnya pengorbanan saya dan rintangan-rintangan yang saya jumpai, namun saya berjalan terus, sebab tiada jalan lain selain yang menuju kearah tercapainya kebahagiaan masyarakat, meteriil dan spiritual.
Selanjutnya saya pelajari sejarah hidup Nabi Muhammad s.a.w., sebab saya baru mengenal sedikit saja apa yang beliau lakukan untuk kemanusiaan. Akan tetapi saya tahu dan merasa bahwa orang-orang Kristen telah sepakat untuk mengingkari Kebenaran Nabi Besar yang lahir di tanah Arab ini. Pada waktu itu saya mengambil keputusan untuk mempelajari soal ini tanpa rasa fanatik dan dengki, sehingga dalam waktu yang tidak lama, saya telah mendapat keyakinan bahwa tidak mungkin ada satu keraguan yang bisa masuk dalam kesungguhan dan kebenaran da'wahnya kepada Allah S.W.T. saya yakin bahwa tidak ada kesalahan yang paling besar dari pada mengingkari ke-Nabia-an orang suci ini. Yakni sesudah saya mempelajari apa yang beliau erikan kepada kemanusiaan.
Orang-orang ang keras kepala penyembah patung berhala, yang telah tenggelam dalam lautan dosa dan kerendahan budi dan penuh dengan keburukan-keburukan, beliau beri pelajaran bagaimana mengenakan pakaian dan bagaimana membersihkan kotoran. Beliau bangkitkan dalam jiwa mereka rasa harga diri, sehingga sifat keramahan menjadi kewajiban keagamaan. Patung-patung berhala mereka hancurkan dan mereka menyembah Tuhan yang benar satu-satunya. Kaum muslimin menjadi masyarakat paling kuat di dunia. Dan lain-lain pekerjaan mulia yang sudah beliau selesaikan, yang jumlahnya terlalu banyak untuk diterangkan satu persatu.
Dengan adanya bukti-bukti tersebut, yang menunjukkan keluhuran ajaran-ajaran Rasul s.a.w., maka sungguh sangat menyedihkan adanya tuduhan dan cercaan yang dilancarkan oleh orang-orang kristen terhadap pribadi dan kedudukan-nya sebagai Rasulullah. Saya terus berpikir secara mendalam, dan ditengah-tengah pemikiran itu datanglah sahabat saya seorang India bernama Miyan Amaruddin mertamu ke rumah saya. Sungguh aneh sekali, kedatangannya itu telah benar-benar mempengaruhi jiwa saya. Dia telah mengobarkan semangat saya. Saya berpikir dan bertukar pikiran tentang ajaran-ajaran kristen, aliran demi aliran. Akhirnya saya mangagungkan Agama Islam yang telah memberikan kepuasan kepada saya. Saya percaya bahwa Islam adalah agama yang hak/benar, agama yang mudah dan penuh toleransi, agama yang penuh keikhlasan dalam cinta mencintai dan persaudaraan.
Saya hanya tinggal punya waktu sedikit saja hidup di dunia ini. Oleh karena itu, maka saya bertekad untuk menghabiskan seluruh waktu yang ada dari hidup saya untuk menegakkan Islam.

Introduksi : Sir Jalaluddin Louder Brunton belajar di Oxford Unniversity, dan beliau adalah seorang bangsawan Inggris yang terkenal.
Untuk yang ingin membaca secara lengkap Buku MENGAPA KAMI MEMILIH ISLAM, silahkan download disini







Mengapa Kami Memilih Islam

4. Mohammad Alexander Russel Webb ( Diplomat, Pengarang dan Wartawan Amerika Serikat)

Saya telah diminta untuk menerangkan kepada anda, mengapa saya, orang Amerika yang dilahirkan dalam sebuah negara yang secara resmi beragama Kristen, dibesarkan dalam lingkingan yang mewariskan atau lebih baik dikatakan menjalankan Agama Kristen Orthodox mimbar Presbytery, telah memilih dan memeluk agama Islam sebagai pembimbing saya.

Dengan kontan saya jawab dengan penuh kesadaran dan sesungguhnya, bahwa saya telah menjadikan agama ini sebagai jalan hidup saya, sebab setelah saya pelajari dalam tempo yang cukup lama, ternyata bahwa Islam adalah Agama yang terbaik dan satu-satunya agama yang dapat mencukupi kebutuhan Rohani ummat manusia.
Dan saya ingin menyatakan di sini, bahwa saya tidak lahir seperti anak-anak yang lain, yang memiliki semangat keagamaan. Pada waktu saya mencapai umur 20 tahun dan praktis telah dapat menguasai diri sendiri, dada saya merasa sempit melihat kebekuan gereja yang sangat menyedihkan, sehingga saya bertekad meninggalkannya untuk selama-lamanya. Untunglah bahwa pada waktu itu saya mempunyai cara berpikir yang mendalam. Saya selalu berusaha menemukan sebab dari segala sesuatu. Ternyata bahwa tidak ada seorangpun dari kalangan para ahli pengetahuan dan ahli-ahli agama yang bisa memberikan kepada saya keterangan yang bisa dimengerti (rasional) tentang kepercayaan gereja itu. Kedua golongan itu hanya mengatakan kepada saya bahwa persoalan ini termasuk misterius (pelik dan samar), atau dikatakan bahwa soal itu di luar kemampuan saya berpikir.
Sebelas tahun yang lalu saya tertarik untuk mempelajari agama-agama timur. Saya telah membaca buku-buku yang ditulis oleh Mill, Kant, Locke, Hegel, Fichte, Huxley dan lain-lain penulis ternama yang menerangkan dengan pengetahuan ilmu pengetahuan yang besar tentang protoplasma (unsur-unsur atom dalam pembentukan jasad makhluk yang hidup) dan monad (bagian-bagian atom dalam hewan yang hidup). Akan tetapi tidak ada seorangpun dari mereka yang bisa menerangkan kepada saya, tentang apakah jiwa/roh itu dan bagaimana atau dimana roh itu sesudah mati?
Saya telah banyak berbicara tentang diri saya, dengan maksud untuk menjelaskan bahwa saya masuk Islam itu bukan hasil pemikiran dan perasaan yang salah, bukan turut-turutan buta, dan bukan dorongan emosi. Akan tetapi adalah hasil penelitian dan pelajaran yang sungguh-sungguh, tekun dan bebas disertai penyelidikan serta keinginan yang sungguh-sungguh untuk mengetahhui kebenaran.

Inti akidah Islam yang murni, ialah penyerahan diri kepada kehendak Tuhan, dan tanda penjelmaannya ialah ibadat sembahyang. Islam mengajak kepada persaudaraan dan kecintaan ummat manusia sedunia, dan berbuat baik kepada sesama manusia.
Islam juga menuntut kejernihan akal, kebaikan amal/perbuatan dan kebenaran dalam kata-kata, bahkan Islam mengajak ke dalam kesucian dan kebersihan badan. Agama ini tidak diragukan, adalah agama yang paling mudah dan paling mampu mengangkat derajat kemanusiaan.

Introduksi : Mohammad Alexander Russel Webb

Beliau dilahirkan di Hudson, Columbia, New York dan belajar di Hudson dan New York. Beliau terkenal dengan tilisan cerita pendeknya. Kemudian beliau bekerja sebagai Pemimpin Redaksi Majalah " St. Joseph Gazette " dan " Missouri Republican ". Pada tahun 1887 diangkat menjadi Consul Amerika Serikat di Manila.
Selama menjalankan tugas itulah beliau mempelajari Islam dan menggabungkan dirinya ke dalam lingkungan kaum muslimin.
Setelah menjadi seorang muslim, beliau mengadakan perjalanan keliling negara Islam, dan sampai akhir hayatnya beliau habiskan waktu untuk melaksanakan misi Islam, dan duduk sebagai pemimpin Islamic Propaganda Mission di Amerika Serikat.
Meninggal dunia pada awal Oktober 1916



MENGAPA KAMI MEMILIH ISLAM

3. Sir Abdullah Archibald Hamilton ( Negarawan & Bangsawan Iggris )

Sejak saya menginjak usia dewasa, keindahan, kemudahan dan kemurnian Islam itu selalu menarik perhatian saya. Walaupun saya dilahirkan dan dibesarkan sebagai orang Kristen, sebenarnya saya tidak dapat percaya kepada dogma-dogma yang diajarkan oleh gereja, dan saya selalu menggunakan akal dan pikiran untuk mengatasi keimanan yang membuta


Berbareng dengan majunya jaman, saya menginginkan kedamaian dengan Maha Pencipta saya, dan ternyata bahwa baik gereja Romawi maupun gereja Inggris, tidak ada yang bisa memberikan kepuasan kepada saya.
Saya memeluk agama Islam, hanyalah untuk memenuhi panggilan hati nurani saya, dan sejak itu saya merasa telah menjadi orang yang lebih baik dan lebih benar daripada sebelumnya.
Tidak ada satupun agama yang dimusuhi orang-orang jahil dan berprasangka seperti agama Islam. Padahal jika orang tahu, Islam itu adalah agama yang memberikan kekuatan pada orang yang lemah, dan memberikan rasa kecukupan kepada orang yang miskin. Dan ternyata bahwa alam kemanusiaan itu terbagi menjadi tiga golongan :
  • Golongan yang dianugerahi Tuhan dengan harta kekayaan.
  • Golongan yang harus bekerja berat untuk mencukupi keperluan hidupnya.
  • Golongan pengangguran yang tidak mendapatkan lapangan kerja atau mereka yang jatuh pailit bukan karena kesalahan mereka sendiri.

Islam juga mengakui bakat luar biasa dan hak-hak perseorangan. Islam itu constructief (membangun) bukan destructief (merusak). Sebagai contoh jika seorang pemilik tanah yang kaya dan tidak butuh untuk menanaminya, sehingga dia tidak menggarap tanahnya itu berulang kali, maka hak miliknya itu menjadi hak milik umum dan menurut hukum Islam diberikan kepada orang pertama yang menanaminya.

Islam melarang keras perjudian atau permainan-permainan yang berdasarkan untung-untungan. Islam melarang segala macam minuman keras yang mengharamkan riba yang dapat menimbulkan penderitaan hidup manusia. Jadi dalam Islam tidak seorangpun boleh menarik untung dari keadaan orang lain yang kebetulan kurang beruntung dalam hidupnya.

Kita (kaum muslimin) tidak percaya kepada aliran Jabriyah (Fatalism) yang hanya menunggu nasib semata-mata, tidak pula percaya kepada aliran Qadariyah (predestination) yang menganggap bahwa manusia menentukan nasibnya sendiri. Kita hanya percaya kepada imbalan yang diberikan Allah s.w.t. atas perbuatan dan pemikiran kita.

Menurut kita, iman atau kepercayaan yang tanpa perbuatan itu tidak ada artinya, sebab iman itu saja tidak cukup, kecuali jika hidup kita sesuai dengan itu. Kita percaya kepada adanya pertanggungan jawab kita sendiri atas segala perbuatan kita di dunia dan di akhirat. Kita harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita, dan tidak ada seorangpun yang bisa memikul dosa atau kesalahan orang lain.

Islam mengajarkan bahwa manusia diciptakan atas dasar fitrah, tanpa dosa. Islam juga mengajarkan bahwa manusia, pria maupun wanita, berasal dari satu keturunan (Adam dan Hawa)  bahwa keadaan ruhnya sama, dan bahwa Allah s.w.t. memberikan kekuatan yang sama agar tiap-tiap manusia dapat menempuh hidup sesuai dengan yang dikehendakinya menurut akal, jiwa dan moral.

Saya kira saya tidak perlu berbicara banyak tentang persaudaraan umat manusia universal dalam ajaran Islam, sebab hal itu sudah merupakan kenyataan yang diakui oleh seluruh dunia. Bangsawan dan rakyat biasa, kaya dan miskin semua sama. Sungguh saya telah melihat kejujuran dan kemurahan hati saudara-saudara saya kaum Muslimin, dan saya selalu percaya atas segala perkataan dan janji mereka. Mereka selalu memperlakukan saya dengan adil sebagai manusia dan sebagai saudara, dan telah membuktikan keramahan mereka kepada saya, sehingga saya tidak merasa asing dalam lingkungan mereka.

Kesimpulan, saya ingin mengatakan bahwa pada waktu Islam membimbing umat manusia dalam kehidupannya sehari-hari, justru agama Kristen, dalam teori dan praktek mengajarkan pada para penganutnya supaya berdoa dan bersembahyang kepada Tuhan pada hari Minggu dan menerkam makhluk-Nya pada hari-hari selebihnya.

Introduksi : Sir Abdullah Archibald Hamilton

Sebelum memeluk agama Islam, beliau bernama Sir Charles Edward Archibald Watkin Hamilton. Memeluk agama Islam pada tanggal 20 Desember 1923. Beliau adalah seorang negarawan Inggris yang terkenal, mencapai tingkat kebangsawanan bermacam-macam. Beliau lahir pada tanggal 10 Desember 1876, seorang Letnan dalamRoyal Defence Corp dan President Salsy Conservative Assosiation.




MENGAPA KAMI MEMILIH ISLAM

BAGIAN I

PARA NEGARAWAN DAN DIPLOMAT

1. Al-Haj Lord Headly Al-Farooq (Seorang bangsawan, negarawan dan pengarang)

Mungkin ada kawan-kawan saya yang mengira bahwa saya telah terpengaruh oleh orang-orang Islam. Dugaan itu tidak benar, sebab kepindahan saya kepada Agama Islam adalah timbul dari kesadaran saya sendiri, hasil pemikiran saya sendiri.
Saya telah bertukar pikiran dengan orang2 Islam terpelajar tentang Agama hanya terjadi beberapa minggu yang lalu. Dan perlu saya kemukakan bhw saya sangat bergembira setelah ternyata semua teori dan kesimpulan saya persis seluruhnya cocok dengan Islam.

Kesadaran beragama, sebagaimana yg ditegaskan oleh Al-Quran, harus timbul dari kebebasan memilih dan putusan yang spontan, dan tdk boleh ada paksaan. Mengenai hal ini, Jesus Al-Masih menyatakan pada para pengikutnya : '"dan orang tidak akan dapat menerima kamu atau memperhatikan kata2 kamu, apabila kamu meninggalkan dia." - Injil Markus, IV,2.
Saya banyak mengetahui tentang aliran Protestant yang fanatik, yang berpendapat bahwa kewajiban mereka ialah mendatangi rumah2 orang Katholik Romawi untuk mengusahakan supaya kawan2 se-"kandang"-nya itu bertaubat. Tidak bisa diragukan lagi bahwa tindakan yang menyolok ini, adalah suatu tindakan yang tidak jujur, bahwa setiap jiwa yang murni akan mengutuknya, karena hal itu dapat membangkitkan pertentangan2 yang menodai keluhuran Agama. Maaf saya katakan, bahwa kebanyakan misi MAsehi juga telah mengambil langkah2 yang sama terhadap saudara2nya yang memeluk Agama Islam. Saya tidak habis pikir, mengapa mereka selalu berusaha memurtadkan orang2 yang pada hakekatnya lebih dekat kepada ajaran Jesus yang sebenarnya daripada mereka sendiri?! Saya katakan demikian, sebab dalam hal kebaikan, toleransi dan keleluasaan berfikir dalam akidah Islam lebih dekat kepada ajaran Kristus, daripada ajaran2 sempit dari gereja2 Kristen sendiri.

Sebagai contoh ialah aliran Athnasi yang mengecam akidah Trinity dengan keterangannya yang sangat membingungkan. Aliran ini yang sangat penting dan berperan menentukan dalamsalah satu ajaran pokok dari gereja, menyatakan dengan tegas bahwa dia mewakili ajaran Khatolik, dan kalau kita tidak percaya kepadanya, kita akan celaka selama2nya. Tapi kita diharuskan olehnya supaya percaya kepada akidah Trinity. Dengan lain perkataan, kita diwajibkan beriman kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Agung, kemudian pada waktu yang sama kita diharuskan menutupinya dengan kezhaliman dan kekejaman, seolah2 kita menutupi manusia yang paling jahat. Sedangkan Allah S.W.T. amat jauh dari kemungkinan bisa dibatasi oleh rencana manusia lemah yang mempercayai akidah Trinity atau Tatslist.
Masih ada contoh lagi tentang kemauan berbuat baik. Saya pernah menerima surat - tentang kecenderungan saya kepada Islam - dimana penulisnya menyatakan bahwa apabila saya tidak percaya kepada Ketuhanan Yesus Kristus, saya tidak akan mendapat keselamatan. padahal sola Ketuhanan Yesus itumenurut pendapat saya tidak sepenting soal : "Apakah Yesus Kristus telah menyampaikan risalah Tuhan kepada manusia atau tidak?" Jika saya meragukan soal ini, pastilah pikiran saya akan tergoncang. Akan tetapi Alhamdulillah, saya tidak ragu2 sedikitpun, dan saya harap bahwa kepercayaan saya kepada Yesus dan segala ajarannya tetap kuat seperti keyakinan setiap orang Islam atau setiap pengikut Yesus Kristus. Sebagaimana yang sering saya kemukakan bahwa agama Islam dan agama Kristen yang diajarkan oleh Yesus sendiri, adalah laksana 2 saudara sepuppu. Antara kedua agama itu hanya berbeda dengan adanya dogma2 dan tatacara yang mingkin tidak diperlukan.
Sekarang ini manusia sudah mulai menjurus kepada ketiadaan iman kepada Allh s.w.t manakala mereka diminta supaya percaya kepada dogma2 dan kepercayaan2 yang berpandangan sempit, dan dalam waktu yang bersamaan manusia haus kepada suatu Agama yang dapat berbicara kepada akal dana athifah (sentiment) kemanusiaan.
siapakah yang pernah mendengar bahwa seorang muslim menjadi seorang Atheis? Memang mungkin ada beberapa kejadian, tapi saya sangat meragukannya. Saya tahu ada beribu2 orang pria dan wanita, yang dalam hatinya adalah Muslim, akan tetapi secara biasa mereka tidak beranni mengemukakan isi hatinya secara terang2an, dengan maksud supaya bisa menghindari ganguan2 dan kesulitan2 yang akan dialami kalau mereka menyatakan ke-Islamannya secara terbuka. Justru saya sendiri mengalami yang demikian itu selama 20 tahun dalam keimanan saya secara terang2an yang telah menyebabkan hilangnya fikiran baik dari teman2 saya.
Saya telah menerangkan alasan2 saya, mengapa saya menghormati ajaran2 Islam, dan saya umumkan bahwa saya sendiri telah memeluk Islam lebih baik dari pada sewaktu saya menjadi seorang Kristen. Saya hanya bisa mengharapkan bahwa kawan2 saya mau mengikuti contoh ini yang saya tahu adalah suatu contoh yang sangat baik, yang akan membawa kebahagiaan kepada setiap orang yang memandang langkah hidup saya sebagai suatu kemajuan dan jauh dari bersifat bermusuhan terhadap agama Kristen.

Introduksi : Lord Headly Al-Farooq.
Lord Headly Al-Farooq dilahirkan pada tahun 1855. Beliau adalah seorang bangsawan Inggris, negarawan dan pengarang. Belajar pada Universitas Cambridge dan menjadi seorang bangsawan pada tahun 1877, mengabdikan diri dalam kemiliteran dengan pangkat Kapten, dan terakhir sebagai Letnan Kolonel dalam Batalion IV Infanteri di North Minister Fusilier. Walaupun beliau seorang iinsinyur, beliau berkecimpung juga dalam bidang kesusastraan. Beliau pernah menjabat sebagai redaktur s.k. "salisbury Journal" dan banyak mengarang buku2, dan yang paling terkenal adalah "A. Western Awakening to Islam".
Beliau telah menyatakan ke Islamannya pada tanggal 16 Nopember 1913 dan berganti nama menjadi Syaikh Rahmatullah Al-Farooq. Beliau banyak melakukan perjalanan, dan pernah mengunjungi India pada tahin 1928.

..........................................bersambung