Mengatasi Kegagalan Cat Eksterior

Tidak maksimalnya hasil pengecatan eksterior dapat terjadi karena beberapa sebab. Agar terhindar dari kegagalan pengecatan, ada baiknya kita mengenali beberapa masalah yang sering timbul pada cat eksterior, serta bagaimana teknik mengecat yang benar. Adapun beberapa permasalahan tersebut antara lain adalah :
Berjamur dan berlumut.
Cat eksterior yang berjamue disebabkan oleh dinding yang lembab akibat bocor atau proses pengacian yang belum benar-benar kering. Dinding yang lembab bisa juga disebabkan oleh tanaman atau pot yang diletakkan menempel pada dinding.

Bila pada permukaan cat muncul jamur dan lumut maka cat tersebut harus dikerok dan diampelas. Setelah itu dinding diberi lapisan fungsida wash (Cairan anti jamur) untuk mematikan jamur dan lumut. Biarkan hingga kering lalu bersihkan dengan air supaya kandungan kimia yang bersifat asam bisa hilangdan tidak merusak cat.

Warna Pudar.
Ada 2 penyebab warna cat menjadi pudar. Pertama yakni garam alkali, yang timbul karena kondisi permukaan dinding terlampau lembab (belum benar-benar kering). Ciri-cirinya timbul bercak-bercak dan terjadi perubahan warna dibeberapa bagian dinding.
Pudarnya warna cat juga dapat disebabkan pigmen warna yang terkandung di dalam cat tidak kuat terhadap sinar UV yang dipancarkan oleh sinar matahari. Jika pudarnya cat disebabkan oleh hal ini, perubahan warna akan terjadi diseluruh permukaan dinding. Biasanya warna-warna cerah dari pigmen organik seperti biru muda, hijau muda, merah muda, dan ungu kurang tahan banting dibandingkan dengan warna-warna dengan pigmen nonorganik, seperti merah dan coklat tua. Namun warna muda tadi bisa diakali dengan menggunakan sealer.

Cat Menggelembung.
Hal ini sering terjadi pada permukaan dinding yang lembab, kondisi dinding yang kurang sempurna (banyak gompel atau bolong), atau pada pelapisan ulang dengan merk yang berbeda.
Perbaikannya dapat dilakukan dengan membiarkan dinding tersebut sampai benar-benar kering. Diharapkan gelembung tersebut ikut kempis seiring dengan keringnya lapisan cat. Jika tetap menggelembung, kerok lapisan cat tersbut, bersihkan, dan lakukan pengecatan ulang.

Cat Meleleh.
Sering kita melihat cat yang seperti dibeberapa tempat. Ini disebabkan karena selang waktu antara pelapisan pertama dan yang kedua terlalu dekat (kurang dari 2 jam). Bisa juga disebabkan oleh proses pencampuran cat yang tidak benar (terlalu encer).
Sebaiknya pengenceran cat untuk eksterior adalah 10% (untuk dinding baru) sedang untuk dinding lama cukup di bawah itu atau tidak diencerkan sama sekali.

Cat Terkelupas.
Cat mengelupas karena dia tidak bisa melekat dengan baik ke permukaan dinding. Rendahnya daya lekat dikarenakan kondisi dinding lembab, berminyak, dan masih ada debu yang menempel sehingga cat tidak dapat melekat dengan sempurna.
Terkelupasnya cat bisa juga pengecatan dilakukan di atas permukaan lama yang sudah mengapur atau bisa juga karena penggunaan plamur (dempul) dinding. Dempul dibuat dengan bahan dasar kapur dan sedikit perekat, sehingga sifatnya keras, getas dan daya rekatnya rendah sehingga bisa mengakibatkan lapisan cat terkelupas. terjadi warna belang atau tampilan yang kurang baik.
Kualitas cat juga berpengaruh terhadap daya rekat. Perekatan yang baik untuk cat eksterior adalah lateks. Saat ini, lateks terbuat dari bahan sintetis yaitu akrilik. Biasanya pada kaleng kemasan cat eksterior yang baik tertulis 100% Acrylic.




10 komentar:

Posting Komentar